Sejarah Keramik

Tahukah kamu bahwa keramik yang saat ini sobat tau itu ternyata ditemukan secara tidak sengaja oleh manusia zaman dahulu?

Pada Masa Prasejarah sekitar pada masa Neolithikum, orang orang secara tidak sengaja menemukan keramik karena membakar tanah liat dan ternyata tanahnya mengeras. Hal ini terbukti dari beberapa temuan keramik yang diperkirakan oleh ilmuan sudah ada sejak zaman neolithikum. Sejak saat itu, orang – orang pada masa itu membuat keramik dan memfungsikannya untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya membakar tanah liat, mereka bahkan menghiasnya dengan menambahkan hiasan menggunakan tekstur kulit kerang, kulit kayu, permukaan batu, tali, anyaman, serat tumbuhan, kain, dan benda bertekstur lainnya dengan cara “dicap” pada permukaan tanah liat yang belum dibakar (Hana Mulya)

Keramik memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Keramik pertama kali ditemukan sekitar 24.000 tahun yang lalu sebelum masehi di Cekoslovakia. Penemuan itu berupa patung manusia dan hewan. Patung tersebut kemudia dinamakan Dolni Vestonice “Venus”. Sampai saat ini, Patung yang disebut “Venus” ini diyakini merupakan keramik tertua yang telah ditemukan. Sumber :  www.ceramicstudies.me.uk]

Lalu baru setelah 10.000 tahun kemudian, ubin dibuat di Mesopotamia dan India. Hal ini merupakan penggunaan pertama pada bejana tembikar fungsional untuk menyimpan air dan makanan. Batu bata dari tanah liat juga dibuat pada waktu yang sama. Kemudian, 3.500 tahun sebelum masehi, ditemukan istana dan jalan yang dibangun menggunakan batu bata yang dipanggang oleh bangsa Sumeria di Mesopotamia Yunani.

Selain itu, keramik juga digunakan pada menara dan istana di Babilonia yang sudah dibangun sejak 1. 200 sebelum masehi. Bagian dalam piramida Mesir terbuat dari batu bata. China kemudian berperan besar dalam mengembangkan keramik. Negeri Tirai Bambu itu berinovasi dengan menambahkan hiasan pada keramik. Banyak keramik asal China yang diekspor ke negara-negara Asia dan Eropa.

Di Indonesia sendiri, Pembuatan keramik dimulai pada tahun 1956. Saat itu, produksi keramik digencarkan dan pemerintah ikut turun tangan dalam mendirikan pabrik. Pabrik keramik didirikan di sejumlah daerah seperti di Tanjungpandan, Plered, Mayong, Malang, Tungungagung, dan Purwokerto.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top